Sukses

Jawab Kerinduan Orangtua, Kota Khatulistiwa Siapkan Bus Sekolah

Liputan6.com, Pontianak - Suasana berbeda terlihat pada Kamis pagi, 2 Februari 2017, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Anak-anak Sekolah Menengah Pertama (SMP) itu sumringah saat menumpang bus sekolah gratis yang disebut Trans Pontianak Khatulistiwa, berkeliling kota.

"Busnya bagus dan lebih nyaman," kata Muhammad Bayu, pelajar SMPN 10 Kota Pontianak, yang ikut mencoba bus Trans Pontianak Khatulistiwa.

Bayu mengatakan merasa senang dan nyaman saat menumpang bus sekolah tersebut. "Busnya dilengkapi AC dan kursi yang empuk," kata pelajar Kelas VIII SMPN 10 Kota Pontianak ini.

Bus Trans Pontianak Khatulistiwa adalah bantuan dari Kementerian Perhubungan RI. Bus tersebut menjalani uji coba di dua sekolah, yakni SMPN 10 dan MTsN 2 Kota Pontinanak.

"Melakukan uji coba awal untuk mengenalkan atau sosialisasi kepada masyarakat bahwa Pemerintah Kota Pontianak memiliki lima unit bus yang dikenal dengan nama Trans Pontianak Khatulistiwa," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pontianak Utin Srilena Candramidi, di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.

Utin menjelaskan untuk tahap awal, pihaknya mengoperasionalkan dua unit bus yang berkapasitas 30 penumpang. Bus tersebut selain dilengkapi AC dan musik, juga akan dilengkapi dengan wifi.

"Selama dua atau tiga pekan ke depan, kita gratiskan bagi penumpang bus ini," kata Utin.

Selama uji coba, Utin menyatakan bus dioperasikan oleh pegawai Dishub. Selanjutnya, bus akan dioperasikan oleh Damri sesuai MoU.

Sementara, bus sekolah hanya akan menaikturunkan penumpang di tujuh titik saja. Namun, ia menyatakan bus tersebut akan beroperasi lebih fleksibel karena banyak pelajar yang rumahnya berada jauh dari halte.

"Saat ini tengah mengakomodir data alamat para pelajar untuk dipetakan. Kemudian bus akan menjemput pelajar di titik kumpul yang berada di tengah lokasi para pelajar yang sudah didata alamatnya," kata Utin.

Utin menjelaskan, para siswa diantar menggunakan bus sejak pukul 05.00 WIB mengingat jadwal masuk sekolah pukul 06.45 WIB. "Demikian pula pulangnya, disepakati pukul berapa dan bus akan menjemput di halte terdekat dan diantar pada tempat penjemputan awal atau pagi tadi ketika mereka berangkat sekolah," kata Utin.

Dia mengatakan tarif bus sementara ini masih dibebaskan untuk pelajar. Namun, ia memastikan ongkos bus buat pelajar lebih murah dibandingkan penumpang umum. "Bus ini kita prioritaskan bagi pelajar," kata Utin.

Utin menambahkan pada 2017, Kota Khatulistiwa itu rencananya kembali mendapat bantuan tambahan sebanyak empat unit bus. Kehadiran transportasi umum ini,  kata Utin, bukan untuk memperoleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), tetapi lebih mengutamakan pelayanan bagi masyarakat, terutama pelajar yang membutuhkan angkutan umum menuju ke sekolah.

"Saya mendengar langsung dari para orangtua siswa yang mengatakan kerinduannya akan kehadiran transportasi umum seperti bus ini," ujar Utin.

Artikel Selanjutnya
Hampir 5 Ribu Ruang Kelas Sekolah di NTT Rusak Berat
Artikel Selanjutnya
Yuk Bantu Anugerah, Sekolah Gratis untuk Anak Berkebutuhan Khusus