Sukses

Teror Suntik Lari Hantui Warga Jayapura

Liputan6.com, Jayapura - Verawati (30), warga Skyline Residence, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua tak menyangka akan mendapatkan musibah aneh yang disebut teror suntik lari. Suntikan itu didapat saat menjemput anaknya di sekolah yang hanya berjarak 70 meter dari rumahnya.

Siang itu, sekitar pukul 10.00 WIT, dia dipepet seorang pemuda yang memakai sepeda motor warna biru dengan helm biru dan langsung mendekati sepeda motornya yang dikendarainya.

"Saya disuntik oleh pelaku yang pepet motor saya itu. Bekas suntikannya berdarah pada paha sebelah kanan. Di celana saya juga ada bekas darahnya," kata dia kepada Liputan6.com, Rabu, 18 Januari 2017.

Vera langsung memeriksakan diri ke Rumah Sakit Bhayangkara dan diambil sampel darahnya. "Untuk sampel darah lengkap, hasil negatif. Sedangkan untuk hasil HIV/AIDS, masih ditunggu tiga bulan lagi," kata dia.

Luka yang didapat oleh suntikan di paha sebelah kanan Vera, menurut dokter yang memeriksanya, adalah jarum berukuran besar. "Bekas suntikannya bengkak, menurut dokter karena jarumnya tak steril," ucap dia.

Dalam kasus suntik lari, Vera bukan korban satu-satunya. Isu yang beredar di masyarakat Kota Jayapura, sudah ada lebih dari lima korban dan kebanyakan adalah kaum hawa. Namun, polisi baru menerima laporan dari dua korban kasus suntik lari.

Kapolresta Jayapura AKBP Tober Sirait menyebutkan masih menyelidiki kasus suntik lari. "Motif dan pelaku masih terus dikejar. Kejadian awal terjadi pada tanggal 6 Januari, lalu ada lagi terjadi 13 Januari. Ini yang laporan masuk polisi," kata dia.

Tober mengungkapkan indikasi pelaku melakukan suntik lari dengan menggunakan sepeda motor. "Menurut pemeriksaan korban, pelaku melakukan aksinya sendiri," ujar dia.

Polisi menyelidiki, apakah pelaku beraksi dengan jarum suntik atau benda tajam lainnya. "Dari pengamatan medis, jika memang menggunakan jarum suntik, prosesnya lama dan tak bisa dengan sambil lewat, naik motor dan melakukannya seorang diri. Tapi semuanya masih kita selidiki," tutur dia.

Bekas luka teror suntik lari di Jayapura (Liputan6.com / Katharina Janur)

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal menyebutkan, isu suntik lari beredar di Jayapura sejak dua minggu terakhir. Pihaknya menyebut isu tersebut terus berkembang, apalagi banyak yang menyebarkan dari media sosial, khususnya Facebook.

Namun dia memastikan, isu suntik lari tak ada kaitannya dengan situasi politik Kota Jayapura, terlebih jelang Pilkada Serentak 2017.

"Kami belum menemukan indikasi politik itu. Jangan dikaitkan-kaitkan lah. Kami berharap masyarakat juga cerdas melihat isu teror ini dan tak menyebar informasi sembarang lewat Facebook," ucap dia.