Sukses

Jelang Perayaan Natal, Sterilisasi hingga Banser NU Jaga Gereja

Liputan6.com, Surabaya - Berbagai persiapan digelar menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru, termasuk pengamanan. Di Kota Surabaya, Jawa Timur, misalnya, aparat Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, menyisir sejumlah gereja yang tersebar di wilayah hukum mereka.

Menjelang perayaan Natal 2016, puluhan aparat dari Brimob dan Sabhara Polres Pelabuhan Tanjung Perak diterjunkan untuk mengecek 53 gereja di wilayah tersebut. Kapolres Tanjung Perak AKBP Takdir Mattanete turut terlibat dalam sterilisasi di Gereja Katolik Santo Mikail yang terletak di Jalan Tanjung Sadari, Surabaya.

"Kita sejak pagi hingga sore hari ini sedang melakukan kegiatan sterilisasi di Gereja Santo Mikail. Tak hanya gereja yang menampung jemaat banyak, 53 gereja lain yang ada di bawah wilayah hukum Polres Pelabuhan Tanjung Perak kita adakan sterilisasi," ucap Kapolres Tanjung Perak, Surabaya, Jumat, 23 Desember 2016.

Tak hanya sterilisasi di Gereja Katolik Santo Mikail, Takdir menuturkan, polisi akan melakukan hal yang sama pada Sabtu (24/12/2016). Adapun selama perayaan Natal 2016, kegiatan patroli juga tetap dijalankan Polres Pelabuhan Tanjung Perak selama 1 x 24 jam.

Takdir menyatakan gereja-gereja akan dipatroli langsung. "Untuk Operasi Lilin menyambut Natal dan Tahun baru ini kami siapkan 3/4 personel dari jumlah personel Polres Tanjung Perak kurang lebih 400 personel, dibagi menjadi 60 personel yang akan menjaga dan berputar ke gereja secara bergantian."

1 dari 5 halaman

Pesan Pangarmatim

Sementara itu, Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Darwanto memberikan pengarahan dalam apel khusus kepada seluruh prajurit dan PNS Koarmatim di Dermaga Madura Koarmatim, Ujung Surabaya, Jumat, 23 Desember 2016.

"Saya selaku pemimpin Koarmatim mengucapkan Selamat Natal 2016 bagi prajurit dan PNS Koarmatim yang merayakannya," ujar Pangarmatim.

Ia juga berpesan kepada yang menikmati libur Natal 2016 dan pergantian tahun.

"Saya ucapkan juga selamat berkumpul bersama keluarga, redam emosi di jalan agar selamat sampai tujuan dengan mengawali kegiatan dengan berdoa, jagalah keselamatan bagi personel juga bagi yang akan melakukan perjalanan, perhatikan faktor keamanan dan keselamatan personel maupun materiel."

Selain itu, Pangarmatim mengingatkan agar personel lebih baik mengalah selama perjalanan. Serta, melengkapi surat-surat pribadi maupun kendaraan, cek kembali kondisi kendaraan, dan mematuhi aturan berlalu lintas.

2 dari 5 halaman

Pengamanan 156 Gereja di Bandung

Pengamanan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru juga berlangsung di Kota Bandung, Jawa Barat. Untuk itu, Polrestabes Bandung akan menerjunkan ribuan personel kepolisian untuk mengamankan jalannya Natal 2016 dan malam Tahun Baru 2017.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, anggotanya bakal mengamankan 156 gereja dengan 13 menjadi prioritas.

"Natal dan tahun baru Polrestabes Bandung sudah siap mengamankan Natal dan Tahun Baru dengan menurunkan 2.220 personel. Kenapa? Karena saat berkumpulnya massa ada kerawanan-kerawanan yang bisa ditimbulkan. Apakah tindak pidana kemacetan, perkelahian dan lain sebagainya," ucap dia saat ditemui di Pendopo Kota Bandung, Jumat, 23 Desember 2016.

"Masing-masing gereja dijaga tiga sampai lima personel polri ditambah melakukan koordinasi dengan pamdal. Ada 13 gereja jadi prioritas karena jemaahnya banyak, di pinggir jalan sehingga melakukan peningkatan," ujar Hendro.

Selain itu, menurut dia, para personel bakal mengamankan beberapa objek vital seperti mal dan tempat hiburan. Namun lima tempat menjadi perhatian utama, seperti Sabuga, Alun-Alun Kota Bandung, Alun-Alun Ujung Berung, Dago, dan Lapangan Gasibu.

Lebih lanjut Hendro mengatakan, ada 15 titik rawan kemacetan terutama saat malam Tahun Baru. Misalnya, Jalan Sukajadi, Setiabudi, Gasibu, Moh Toha, Pasteur, dan Jalan Soekarno-Hatta.

"Nanti personel akan ditempatkan di titik-titik yang menjadi prioritas dan Kasatlantas menjadi penanggung jawab. Untuk penutupan jalan atau pengalihan arus itu situasional tapi kita sudah siapkan rute alternatif," Kapolrestabes Bandung memungkasi.

3 dari 5 halaman

Kendaraan Tes Urine

Tak hanya kepolisian, sebagai bentuk kesiapan menyambut perayaan Natal 2016 dan Tahun Baru 2017, Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (BNNP Sumut) akan mengerahkan kendaraan tes urine dan penyuluhan narkoba yang baru didatangkan dari Jakarta.

Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Andi Loedianto mengatakan, kendaraan tersebut dioperasikan di setiap terminal. Kendaraan didatangkan langsung dari pusat untuk seluruh BNNK,dan setiap kabupaten mendapatkan satu kendaraan.

"Di Sumut ada 12 BNNK, jadi jumlah kendaraannya 12 unit. Masing-masing satu kendaraan," ujar Andi di Kota Medan, Sumut, Jumat, 23 Desember 2016.

Ia menjelaskan, kendaraan tes urine yang didatangkan langsung dari pusat ini akan digunakan dengan maksimal dalam setiap kegiatan. Hal ini sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk memberantas peredaran narkoba di Sumut.

"Untuk saat ini, dimanfaatkan saat Natal dan Tahun Baru. Ke depannya kalau ada instansi yang ingin menggunakan silakan, kemudian di kegiatan Car Free Day nanti juga kita manfaatkan," Andi menandaskan.

4 dari 5 halaman

Banser NU Jaga Gereja

Sementara di Kota Ambon, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Gerakan Pemuda Ansor tengah menyiapkan ratusan relawan dari Barisan Ansor (Banser) untuk mengawal perayaan Natal di Maluku.

Ketua DPW GP Ansor Maluku Daim Baco Rahawarin mengakui, pihaknya telah berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk ikut berpartisipasi mengawal jalannya perayaan Natal di Maluku.

Caranya, setiap gereja-gereja di seluruh wilayah akan ditempatkan relawan Banser untuk ikut mendukung tugas-tugas TNI/Polri di lapangan. "Ini juga komitmen GP Ansor untuk menciptakan Maluku sebagai daerah yang sangat toleran," ujar Rahawarin di Ambon, Jumat, 23 Desember 2016.

Menurut Rahawarin, tidak hanya di Kota Ambon, gereja-gereja di tempat lain juga akan dijaga Banser. Seperti di Kabupaten Maluku Tengah, Kabupaten Maluku Tenggara, Kota Tual, Kabupaten Buru Selatan, dan Kabupaten Aru.

Keterlibatan GP Ansor bukan hal baru di Kota Ambon dan Maluku. Pada tahun-tahun sebelumnya, GP Ansor aktif bersama ormas-ormas Islam untuk menjaga perayaan Natal agar berlangsung khidmat.

"Semua wilayah di Maluku, di setiap cabang GP Ansor, sudah kami instruksikan untuk mendukung program ini," ujar dia.

Apalagi secara adat istiadat, menurut Rahawarin, hampir setiap negeri yang ada di Maluku walaupun berbeda secara keyakinan, tapi memiliki hubungan persaudaraan yang juga tidak bisa dilepaskan antara satu negeri dengan negeri lain yang sering disebut hubungan Pela-Gandong.

"Keterlibatan GP Ansor untuk memberikan kenyamanan kepada jemaat saat menjalankan ibadah Natal. Ini juga sebagai bentuk toleransi yang telah terbangun begitu baik di Maluku," salah satu pemimpin Banser NU Maluku itu memungkasi.