Sukses

Top 3: Hati-Hati Terbang di Langit Papua

Liputan6.com, Malang - Secara geografis, tanah Papua beriklim tropis dengan cuaca yang sangat panas dan lembab terutama di daerah pantai.  Cuaca dingin bersalju pada bagian tertinggi di Pegunungan Jayawijaya.

Selain itu, di Bumi Cendrawasih ini masih banyak tersebar permukaan tanah yang berbentuk lereng, perbukitan, pegunungan, bahkan tebing-tebing curam dan terjal. Papua menjadi lokasi yang sulit dijangkau, baik transportasi darat, maupun udara.

Bagi seorang pilot, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri saat terbang di langit Indonesia Timur. Baik bagi seorang pilot untuk penerbangan komersil maupun bagi para penerbang TNI AU. 

Apakah itu akibat faktor cuaca, human eror atau kerusakan mesin, beberapa kali kecelakaan pesawat pernah terjadi di Papua. Terbaru ini adalah jatuhnya pesawat Hercules C-130 HS yang langsung menewaskan 12 kru serta seorang penumpang.

Menurut informasi, penerbangan itu merupakan sebuah misi pelatihan dari kopilot sebelum menjadi kapten.

Hingga malam ini, berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional.

Kabar lainnya yang tak kalah menarik perihal aksi seorang wali kota yang membasuh kaki ibunya saat peringatan Hari Ibu. 

Ada pula aksi nekat seorang pencuri, yang menyikat isi kotak amal masjid di markas polisi.

"Isinya mungkin sekitar Rp 200 ribu sebelum kecurian," ucap Sarifuddin, imam Masjid Nurul Amanah, Enrekang, Sulawesi Selatan.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Tantangan Berat Terbang di Langit Indonesia Timur

Jenasah kru pesawat Hercules disemayamkan di Skadron 32 Pangkalan Udara Abd Saleh Malang, Jawa Timur

Pesawat Hercules C-130 yang jatuh di Wamena Papua, pada Minggu, 19 Desember kemarin dan menewaskan 12 kru dan seorang penumpang itu termasuk sedang menjalani proses upgrade. Secara keseluruhan, tahapan yang dijalani sudah sesuai standar operasional dan prosedur (SOP).

"Misi penerbangan (Hercules C-130) itu adalah upgrade profesionalisme penerbang dari kopilot ke kapten, salah satunya melalui tes penerbangan ini," kata Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Agus Supriatna di Pangkalan Udara Abdulrachman Saleh Malang, Jawa Timur, Minggu, 18 Desember 2016.

"Semua sudah sesuai SOP. Kalau soal penyebab jatuhnya, kita tunggu saja hasil tim investigasi," jelas Agus.

"Tes pertama dilaksanakan di seluruh wilayah barat dan kalau sudah lulus, maka akan terbang di wilayah timur. Di wilayah timur itu tak sembarangan, sangat menantang buat penerbang," ujar Agus. 

Selengkapnya...

2. Wali Kota Ini Membasuh Kaki Ibunya

Ingin tahu sebesar apa cinta dan kasih sayang seorang ibu kepada anak perempuannya? Lihat di sini beberapa ilustrasinya.

Surga ada di telapak kaki ibu. Momen Hari Ibu kemarin tak dilewatkan oleh Wali Kota Tanjungbalai, Sumatera Utara, M Syahrial. Ia membasuh kaki Hajah Salamah Saragih, ibundanya.

Wali Kota Tanjungbalai Syahrial mengimbau seluruh kalangan untuk menghormati dan berbakti pada ibu yang berkorban ketika melahirkan dan membesarkan anak dengan penuh kasih sayang.

"Untuk itu, peringatan Hari Ibu 22 Desember mari kita jadikan momen mengingat jasa dan pengorbanan seorang ibu dalam kehidupan kita," kata dia, dilansir Antara.

 Selengkapnya...

3. Nekat, Pencuri 'Sikat' Kotak Amal Masjid di Markas Polisi

Dua kotak amal Masjid Nurul Amanah ditemukan di got dalam keadaan kosong. (Liputan6.com/Fauzan)

Dua kotak amal Masjid Nurul Amanah yang berada di Markas Polres Enrekang, Sulawesi Selatan, dibobol orang tak dikenal. Kotak amal itu kemudian ditemukan di got dekat masjid dalam keadaan kosong.

"Ditemukan siang tadi setelah salat zuhur oleh salah seorang jemaah di got dekat masjid, jemaah yang bernama Imran yang pertama kali menemukannya," ucap Sarifuddin, imam Masjid Nurul Amanah, Enrekang, saat dihubungi Liputan6.com dari Makassar, Sulsel, Minggu, 18 Desember 2016.

Sarifuddin memperkirakan kejadian pencurian terhadap isi kotak amal masjid tersebut terjadi dini hari tadi pada saat jam tidur.

 Selengkapnya...