Sukses

Dokter Gadungan Ramai Pasien Selama Buka Praktik 2 Tahun

Liputan6.com, Kupang - Masih ingat dengan dokter gadungan yang ditangkap gara-gara usir keluarga pasien? Praktik pengobatan Meki Kandamete yang bekerja sebagai dokter gadungan itu ternyata sudah berlangsung dua tahun terakhir.

Selain tanpa izin resmi Dinas Kesehatan Kota Kupang, praktik itu juga tak diketahui ketua RT setempat. Bahkan, tetangga sekitar tak mengetahui jika Meki membuka layanan seperti dokter.

"Yang kita tahu kalau dia melayani pengobatan tradisional karena memasang papan nama pengobatan tradisional, bukan praktik dokter," kata Ketua RT 04/RW 02, Kelurahan Lasiana, NTT, Heri Mesak kepada Liputan6.com, Jumat (2/12/2016).

Ia baru mengetahui ulah Meki itu setelah dilapori para pasien dan warga sekitar yang dirugikan. Setelah itu, kata dia, ia langsung mendatangi rumah tempat praktik tersebut dan memaksa membuka pintu kamar depan.

"Dan juga papan nama. Dan dia ikut apa yang saya perintahkan. Namun, saya tak mencurigai kalau pengobatan kepada pasien dilakukan seperti seorang dokter," ujar Mesak.

Hal yang sama juga diakui tetangga pelaku Jemi Manu. Menurut Jemi, rumah pelaku setiap hari ramai dikunjungi para pasien untuk berobat yang datang menggunakan kendaraan roda empat dan roda dua.

Para pasien tersebut diantar anggota keluarganya. Ada sejumlah pasien yang dirawat inap dalam waktu yang cukup lama.

"Rumah tiap hari penuh dan bahkan ada yang tidur hingga di teras rumah. Untuk masak, masing-masing anggota keluarga pasien membuka dapur sendiri sampai di luar rumah," ujar Jemi.

Warga juga mengaku tidak mengetahui persis kejelasan yang bersangkutan seorang dokter ataukah hanya sebagai tim doa. Mereka baru tahu ada praktik dokter gadungan setelah polisi menggeledah tempat tersebut.
1 dari 2 halaman

Tak Masuk Akal

Sementara itu, berdasarkan pengakuan perwakilan keluarga pasien Marsel Kase, metode pengobatan dokter gadungan tersebut dinilai tidak masuk akal. Dia mencontohkan, apabila pasien sakit pada bagian kepala, pelaku langsung menyuntik kepala.

"Dia langsung suntik pada daerah sasaran yang sakit. Kalau mata yang sakit suntiknya di daerah dekat mata," kata Marsel.

Melihat aksi dokter gadungan tersebut, ia tidak berusaha mencegahnya. Sebab, ia tidak begitu mengetahui bagaimana proses penyuntikan yang dilakukan oleh dokter kepada pasien.

"Saya diam-diam saja karena mungkin cara untuk menyembuhkan seperti itu," ujar dia.

Ia sangat berharap aparat kepolisian untuk mengusut kasus tersebut hingga tuntas dan pelaku dihukum sesuai ketentuan hukum yang berlaku agar ada efek jera dan tak ada lagi peristiwa serupa di kemudian hari.