Sukses

Top 3: Di Balik Wajah Tenang Pemilik Sabu 97 Kg Saat Divonis Mati

Liputan6.com, Semarang - Muhammad Riaz alias Mr Khan divonis hukuman mati karena memiliki 97 kilogram sabu yang disembunyikan dalam 54 dari 194 genset dari Tiongkok ke Indonesia.

Mendengar vonis tersebut, awalnya Khan menanggapi putusan tersebut dengan tenang. Raut wajahnya yang tenang sontak berubah saat mencari tahu kepada penerjemahnya apa yang dimaksud dengan putusan hakim tersebut. Khan akhirnya menyatakan banding karena merasa hukuman mati yang dijatuhkan tidak adil.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak paling dicari pembaca Liputan6.com di kanal Regional, pada Selasa (15/11/2016). 

Selain itu, kabar lainnya yang juga tak kalah diburu datang dari pohon sengon yang ada di Dusun Kalipeh, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang. Menurut penuturan warga setempat, pohon itu mengeluarkan bunyi seperti rintihan orang menangis.

Ada pula perihal penemuan satu keluarga yang tewas akibat mobil tertimbun longsor di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. 

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Divonis Mati, Pemilik Sabu 97 Kg Terlambat Kaget

Raut wajah pemilik sabu 97 kg yang disisipkan di genset itu mendadak berubah saat penerjemah membisikinya. (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Pemilik 97 kilogram sabu, Muhammad Riaz alias Mr Khan, menampilkan raut wajah tenang saat majelis hakim memvonisnya dengan hukuman mati.

Majelis hakim menilai Khan terbukti melakukan pemufakatan jahat untuk mengatur impor sabu yang disembunyikan dalam 54 dari 194 genset dari Tiongkok ke Indonesia.

Usai pembacaan vonis, Khan kemudian berbisik-bisik dengan penerjemahnya.

Raut tenang yang ditampilkan Khan mendadak berubah. Rupanya, Khan yang notabene warga negara asing itu tidak langsung memahami putusan hakim dalam persidangan kasusnya.

Selengkapnya...

2. Pertanda Alam dari Pohon Sengon Menangis Magelang

Pohon juga bisa mengeluarkan suara, tapi tidak mampu didengar manusia. Kenapa? (Liputan6.com/Edhie Prayitno Ige)

Fenomena pohon sengon (Albizia chinensis) menangis di Dusun Kalipeh, Desa Plosogede, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, ternyata bisa terjadi pada semua tumbuhan. Biasanya, suara tangisan itu terjadi ketika tumbuhan tersebut mengalami dehidrasi.

Namun, kasus yang terjadi di Magelang itu bisa dianggap sebuah anomali. Pasalnya, wilayah Kecamatan Ngulwar tempat pohon sengon menangis tumbuh itu terbilang daerah yang kaya air.

"Ada kemungkinan banyak faktor yang jadi penyebab. Kita harus meneliti pH tanah, kandungan mineral dan juga mikronutrien yang dibutuhkan tumbuhan," kata pakar Biologi dari Taman Nasional Karimun Jawa Sulis, Selasa (15/11/2016).

Merujuk pada penelitian pakar tumbuhan Monica Gagliano yang dipublikasikan di Jurnal Oxford 2012, hal itu terjadi ketika tanaman mengalami dehidrasi dan kolom air menjadi tertekan. 

Selengkapnya...

3. Kronologi Penemuan 4 Penumpang Mobil Tertimbun Longsor di Lembang

Evakuasi penumpang mobil yang tertimbun longsor selama dua hari di kawasan Lembang, Bandung Barat. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Keluarga dari empat korban tewas akibat mobil mereka tertimbun longsor, sempat mencari ‎ke lokasi kejadian pada Senin, 14 November 2016, di Desa Gudang Kahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Namun, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Yusri Yunus mengungkapkan, pihak keluarga sementara tidak diizinkan mendekati lokasi longsor Lembang tersebut.

Pada Selasa dini hari tadi sekitar pukul 03.00 WIB, ujar Yusri, keluarga kembali mendatangi lokasi kejadian dengan menyusuri aliran sungai kawasan tersebut.

Keluarga akhirnya menemukan mobil Toyota Kijang kapsul bernomor polisi F 777 WR berwarna perak yang telah tertimbun material tanah longsor pada pukul 07.00 WIB.

Tim gabungan sempat kesulitan mengevakuasi ‎para korban longsor lantaran mobil berada di jurang sedalam 75 meter. 

"Korban di dalam mobil tertimbun tanah dan tertutup pohon bambu. Kami turunkan sebanyak 200 personel gabungan yang bantu mengevakuasi seluruh korban," ucap dia.

Selengkapnya...