Sukses

Banjir di Aceh Jaya Putus Jembatan dan Isolasi 2.881 Jiwa

Liputan6.com, Aceh Jaya - Hujan deras yang berlangsung sejak Minggu, 6 November 2016, menyebabkan sungai meluap dan banjir melanda lima kecamatan di Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh, pada Senin, 7 November 2016, pukul 04.00 WIB. Hingga saat ini, banjir belum surut.

Lima kecamatan yang terendam banjir di Kabupaten Aceh Jaya adalah Kecamatan Jaya, Kecamatan Darul Hikmah, Kecamatan Indra Jaya, Kecamatan Sampoiniet dan Kecamatan Setia Bakti.

Berdasarkan laporan BPBD Aceh Jaya, sebanyak 2.143 KK terdampak banjir. Sebaran dari penduduk yang terdampak banjir di lima kecamatan ada di Kecamatan Jawa sebanyak 70 KK, Kecamatan Darul Hikmah 371 KK, Kecamatan Sampoiniet sebanyak 785 KK, Kecamatan Indra Jaya sebanyak 73 KK dan Kecamatan Setia Bakti sebanyak 844 KK. Warga Kecamatan Setia Bakti bahkan terisolasi.

Tim BPBD Kabupaten Aceh Jaya bersama unsur dari TNI, Polri, SAR, PMI, SKPD dan relawan masih berada di lokasi untuk mengevakuasi warga, mendata dan mendirikan dapur umum.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui keterangan tertulis menerangkan, akses transportasi masyarakat melalui jembatan Lamdurian terputus akibat air sungai meluap hingga badan jembatan. Jembatan ini menghubungkan pasar Lamno ke Gampong Lamdurian, Babah Krueng, Cot Dulang dan Putu.

"Tinggi banjir antara 80-150 cm di pemukiman warga. Beberapa desa masih terisolir seperti Gampong Lamdurian, Cot Dulang Kecamatan Jaya, Gampong Meudhang Ghon, Kareung Atruh, Gampong Ligan dan Ie Jerengeh, Seumatok," kata Sutopo, Selasa (8/11/2016).

Semalam hujan masih mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Aceh Jaya. Kondisi cuaca saat ini hujan dengan intensitas sedang – tinggi sehingga pengungsi terus bertambah.

1 dari 2 halaman

Hujan Guyur Seluruh Aceh

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Giofisika, menyatakan hampir menyeluruh Provinsi Aceh diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan terjadinya banjir maupun longsor.

"Hampir menyeluruh di 23 kabupaten-kota se-Aceh berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sampai tanggal 9 November ini," kata Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang di Sabang, Senin.

Sistem peringatan awal atau early warning system (EWS-Aceh) mengumumkan potensi hujan dengan intensitas sedang dan lebat menguyur wilayah Aceh secara menyeluruh sejak tanggal 7-9 November 2016.

Ada pun daerah yang diguyur hujan meliputi Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lokseumawe, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Utara, Aceh Timur dan Aceh Tamiang.

Hujan juga menguyur wilayah Barat Aceh yakni, Aceh Barat, Aceh jaya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Subulussalam, Singkil hinggal kepulauan Simulue.

Kepala Stasiun BMKG Kota Sabang juga mengimbau masyarakat yang berdomisili dekat dengan aliran sungai mengwaspadai potensi banjir.

"Kondisi cuaca tersebut akan memicu timbulnya beberapa bencana hidrometeorologi seperti banjir, gerakan tanah longsor dan endemi beberapa penyakit lainnya dan ini butuh kewaspadaan masyarakat secara umum" ujar Siswanto, dilansir Antara.

Lebih lanjut ia menambahkan, wilayah hilir daerah aliran sungai agar meningkatkan kesiapsiagaannya menghadapi datangnya kemungkinan bencana banjir bandang dan gerakan tanah longsor. Harus diperhatikan beberapa daerah resapan maupun parit yang tersumbat oleh material lumpur serta sampah.

Dia juga mengingatkan jasa transportasi pelayaran di Sabang dan Aceh secara umum serta masyarakat nelayan untuk meningkatkan kewaspadaannya terhadap potensi tinggi gelombang yang mencapai tiga meter.