Sukses

Top 3: Demonstrasi 4 November di Palu Santun

Liputan6.com, Palu - Unjuk rasa di Palu, pada 4 November 2016 kemarin berpusat di depan Markas Polda Sulawesi Tengah, Kantor Gubernur, dan Kantor DPRD.

Tak seperti di Jakarta yang berakhir ricuh, aksi santun malah ditunjukkan para demonstran di Palu. Salah satunya dengan membuang sampah pada tempatnya.

Menurut salah seorang pengunjuk rasa, dengan membuang sampah itu artinya demonstrasi yang digelar umat Islam tidak memberikan kerugian bagi orang lain.

Hingga malam ini, Sabtu (5/11/2016), demo damai 4 November di Palu menjadi berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional. 

Selain itu, ada pula kabar tentang kasus Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Seorang warga keturunan India SP Ramanathan alias Vijay (34) asal Jakarta ditetapkan sebagai tersangka atas kasus dugaan penipuan. Vijay berperan mencari tujuh orang yang diangkat sebagai mahaguru oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Pengangkatan tujuh orang sebagai mahaguru itu hanya untuk mengagungkan nama Taat di depan pengikutnya. 

Ada pula berita tentang 11 penambang emas asal Merangin, Jambi yang hingga kini belum juga ditemukan. 

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Aksi Dulang Simpati dalam Demonstrasi 4 November Berbagai Daerah

Polisi dan demonstran salat berjamaah di sela aksi demonstrasi (TMCPolda Metro)

Tidak seperti di Jakarta yang berakhir ricuh, aksi santun ditunjukkan warga dalam unjuk rasa damai 4 November 2016 di Palu, Sulawesi Tengah.

Meski puluhan ribu orang berdemonstrasi, tidak ada sampah tersisa dalam aksi demo yang mengecam pernyataan Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Dalam aksi itu, Kapolda Sulawesi Tengah Brigjen Rudy Sufahriadi memohon doa dari masyarakat dan memberikan kepercayaan kepada polisi untuk menyelesaikan masalah ini sesuai dengan aturan yang berlaku. Dia mengharapkan masyarakat turut mengawal kasus itu sampai ada kepastian hukum.

"Saya menjadi Kapolda memegang amanah masyarakat, memegang amanah umat, karena itu saya sampaikan bahwa kasus dugaan penistaan agama yang melibatkan Gubernur Ahok akan dilakukan penyidikan," kata Rudy. 

Sementara itu, unjuk rasa yang diikuti ribuan orang mengatasnamakan diri Forum Masyarakat Cinta Islam di Kalimantan Timur, pada Jumat, 4 November siang kemarin berlangsung aman, tertib, dan lancar.

Selengkapnya... 

2. Peran Warga Keturunan India Tersangka Baru Kasus Dimas Kanjeng

Dimas Kanjeng Taat Pribadi. (Foto: Istimewa/Media Sosial)

Polda Jawa Timur menetapkan SP Ramanathan alias Vijay (34) asal Jakarta sebagai tersangka kasus dugaan penipuan pemimpin Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Kepada penyidik, ia mengaku ditugasi untuk menggelar acara di Jakarta dan mencari mahaguru.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes RP Argo Yuwono mengatakan pada pertemuan di hotel yang dihadiri para pengikut Taat Pribadi, tersangka Vijay merencanakan acara tersebut seolah-olah dihadiri pihak bank yang bekerja sama dengannya.

"Padahal, orang yang diberi seragam bank dan hadir di hadapan masyarakat hanya orang biasa," kata dia.

Selain merancang acara, Argo menjelaskan tersangka Vijay juga berperan mencari tujuh orang yang diangkat sebagai mahaguru oleh Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Selengkapnya...

3. 11 Penambang Emas Liar Belum Ditemukan, Bupati Minta Tolong Ulama

Memasuki hari ke-11, jenazah 11 penambang emas liar di Merangin, Jambi, belum juga ditemukan. (Liputan6.com/Bangun Santoso)

11 penambang liar di Merangin, Jambi hingga memasuki dua pekan terakhir ini belum juga ditemukan.

Atas inisiatif Bupati Merangin Al Haris, sejumlah ulama didatangkan untuk meminta doa agar jenazah ke-11 korban tambang itu segera bisa dievakuasi. 

Salah satu ulama yang diundangnya adalah KH Satar Saleh atau biasa dipanggil Buya Satar. Bersama sejumlah ulama dan warga, mereka menggelar doa di lokasi kejadian.

Sebelumnya, 11 penambang emas tradisional liar dilaporkan tertimbun longsor di lokasi penambangan emas, Desa Simpang Parit, Kecamatan Renah Pembarap, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, Senin, 24 Oktober 2016. 

Selengkapnya...