Sukses

Top 3: Bunga Udumbara, Pertanda Lahir Pemimpin Bijaksana di Bali

Liputan6.com, Jembrana - Menurut Anda berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah bunga untuk mekar? Mungkin paling lama sekitar satu tahun. Tapi tidak dengan bunga yang satu ini.

Bunga Udumbara. Bunga ini belum lama ini muncul di pekarangan rumah Kadek Suardana di Jembrana, Bali. Belakangan diketahui bunga yang menyerupai jamur dengan mahkota berwarna putih bulat di atasnya hanya mekar 3.000 tahun sekali.

Kehadiran bunga Udumbara bahkan sempat bikin gempar warga Lingkungan BB Agung, Kelurahan BB Agung, Kecamatan Negara, Jembrana.

Bahkan menurut para pemangku agama Hindu di Bali, kemunculan Udumbara dianggap sebuah pertanda lahirnya seorang pemimpin yang arif, adil, dan bijaksana. Dalam mitologi populer Nusantara, sosok seperti ini disebut Ratu Adil.

Kemunculan bunga Udumbara di Bali menjadi berita yang paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional hingga Selasa (1/11/2016) malam.

Selain itu, harga pesawat Caribou yang menabrak gunung di Papua juga tak kalah menarik perhatian. Pesawat kargo ini dibeli dari dana APBD pada 2015 seharga Rp 146 miliar.

Sementara, pemeran Naga Bonar yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mempersilakan siapa pun yang ingin mengikuti demonstrasi pada 4 November mendatang. 

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Kemunculan Bunga Udumbara di Bali Pertanda Lahir Ratu Adil?

Udumbara, bunga yang diketahui mekar hanya 3.000 tahun sekali itu ternyata ditemukan di Jembrana, Bali. (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Kemunculan bunga Udumbara yang mekar 3.000 tahun sekali itu dianggap menjadi pertanda datangnya kebaikan di kabupaten paling barat di Bali itu.

"Saya meyakini bunga Udumbara yang tumbuh di Jembrana pertanda daerah ini akan landuh (tenteram), aman dan damai," ujar Jero Mangku Putu Mastra di Jembrana, Senin sore, 31 Oktober 2016.

Menurut pemangku agama Hindu asal Desa Kaliakah, Negara, itu, kemunculan Udumbara juga menjadi penanda kelahiran pemimpin yang arif, adil, dan bijaksana. Dalam mitologi populer Nusantara, sosok pemimpin seperti ini disebut Ratu Adil.

Setelah penemuan bunga langka itu, Kadek Suardana, pria yang menemukan bunga langka Udumbara pernah menanyakan perihal bunga itu kepada seorang pemangku atau sulinggih. Tak disangka, menurut pemangku, bunga Udumbara yang menurut situs pencari hanya tumbuh dan mekar 3.000 tahun sekali itu disebut mendatangkan berkah.

Selengkapnya...

2. Pesawat Caribou yang Tabrak Gunung di Papua Seharga Rp 146 Miliar

Pesawat Caribou hilang kontak sejak pukul 07.57 WIT. (Liputan6.com/Katharina Janur)

Komite Nasional Kesehatan Transportasi (KNKT) perwakilan Papua mengatakan pesawat Caribou DHC4 PK-SWW milik Pemerintah Kabupaten Puncak merupakan buatan 1971. Sejak dibeli Pemkab Puncak, mesin pesawat yang difungsikan sebagai pesawat kargo itu telah diganti dari sebelumnya bermesin Turboproff berbahan bakar piston menjadi berbahan bakar avtur.

Meski begitu, Pemkab Puncak menegaskan jika pesawat Caribou itu tak bisa disebut pesawat tua.

"Itu bukan pesawat tua, tetapi sudah mengalami pembaruan, bodinya saja memang yang lama," kata dia tanpa mau menyebutkan namanya.

Pesawat Caribou dibeli Pemkab Puncak pada 2015 seharga Rp 146 miliar dari dana APBD. Pesawat buatan Kanada 1971 ini dibeli dari Amerika Serikat. 

Selengkapnya...

3. Naga Bonar hingga Pemuda Makassar Bersuara Jelang Demo 4 November

Massa dari ormas Islam mengusung spanduk dan berorasi menyampaikan kecaman terhadap Basuki Tjahaja Purnama terkait pernyataan Ahok yang dinilai menyinggung satu golongan masyarakat di Balai Kota Jakarta, Jumat (14/10). (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Puluhan ribu orang dari berbagai organisasi kemasyarakatan berencana berdemonstrasi di Jakarta menuntut Gubernur Provinsi DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok ditangkap atas dugaan penistaan agama pada 4 November 2016.

Berbagai daerah bersiaga mengantisipasi hal tidak terduga dari unjuk rasa besar itu. Pemeran Naga Bonar yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mempersilakan siapapun yang ingin mengikuti aksi tersebut asal tertib.

"Itu hak warga negara di negara yang demokratis. Silahkan saja datang, silakan menuntut, yang penting tetap tertib. Jangan sampai anarkis, mau dua juta orang juga silahkan, lima juta orang mau ke Jakarta juga mangga-mangga saja, biar tahu bahwa ada sebuah aspirasi yang sangat besar," kata Deddy di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (1/11/2016).

Demiz panggilan akran Deddy Mizwar meminta pemerintah pusat mendengarkan aspirasi dari umat muslim di Tanah Air terkait dugaan penistaan agama yang dilakukan Ahok dan segera bertindak. Ia menegaskan, kasus Ahok tidak berkaitan dengan urusan pilkada sehingga harus tetap diusut.

Selengkapnya...