Sukses

Top 3: Gua Pindul Berkabung untuk Si Pemandu Senior

Liputan6.com, Yogyakarta - Sang pemandu senior Gua Pindul, Giyo (50) tutup usia usai mengantarkan wisatawan di gua tersebut.

Kini, objek wisata di kawasan Bejiharjo, Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, ditutup sementara sebagai bentuk penghormatan atas kejadian pada Minggu, 9 Oktober 2016 kemarin.

Hingga malam ini, Rabu (12/10/2016), berita tersebut paling banyak menyita pembaca Liputan6.com, terutama di kanal News.

Kabar lainnya yang juga tak kalah menarik tentang kisah di balik batu-batu berbentuk manusia di Gua Mampu, Kota Bone, Makassar. Dan alasan kenapa perampok ATM tinggalkan tiga kantong uang yang nilainya miliaran rupiah.

Berikut berita populer selengkapnya yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Berkabung Kematian Pemandu Senior, Gua Pindul Tutup 2 Hari

Wisata menyusuri sungai di dalam gua (cave tubing) menyajikan pemandangan unik.

Ketua Kelompok Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) Bagyo mengatakan objek wisata Gua Pindul ditutup sementara selama dua hari. Yaitu, terhitung mulai Selasa hingga Rabu (12/10/2016).

Menurut dia, penutupan sementara ini sebagai bentuk berkabung atas kejadian pada Minggu, 9 Oktober 2016. Giyo meninggal dunia usai mengantarkan wisatawan di gua tersebut.

Bagyo menjelaskan setelah masa berkabung maka objek wisata ini akan kembali dibuka. Selama dua hari ini pengelola sudah sepakat untuk tidak menerima tamu. Dengan demikian, objek wisata ini tidak seperti biasa dikunjungi ratusan hingga ribuan pengunjung.

"Kita sudah sepakat dan Pindul akan dibuka lagi pada Kamis besok," ujar Bagya.

Selengkapnya...

2. Misteri Batu-Batu Berbentuk Manusia di Gua Mampu

Warga percaya korban kutukan pertama anjing jadi-jadian itu adalah putri Raja Mampu yang sedang menenun. (Liputan6.com/Eka Hakim)

Gua Mampu terletak di lereng Gunung Mampu, Desa Cabbeng, Kecamatan Dua Boccoe. Gua ini berjarak sekitar 45 kilometer dari Kota Bone, Watangpone, atau sekitar empat jam dari Kota Makassar.

Salah satu daya tarik gua seluas sekitar 2.500 meter persegi itu adalah keberadaan stalaktit dan stalagmit yang bentuknya menyerupai ragam wujud makhluk hidup.

Warga setempat menuturkan, warga percaya gua itu merupakan peninggalan tersisa dari Kerajaan Mampu. Kerajaan tersebut, sambung dia, dikutuk menjadi batu oleh anjing jadi-jadian.

Menurut Rabiah, kutukan bermula saat putri raja dari Kerajaan Mampu sedang menenun seorang diri di teras rumah panggungnya. Tiba-tiba, alat tenun atau yang disebut masyarakat Bone sebagai walida milik putri raja terjatuh ke tanah.

"Jadi cerita siapa saja yang melihat tubuh putri raja yang berubah menjadi batu dan kemudian menanyakan perihal apa yang terjadi kala itu langsung bernasib sama berubah menjadi batu," kata Rabiah.

Selengkapnya...

3. Alasan Sepele Perampok Duit ATM Rp 10 M Tinggalkan 3 Kantong Uang

Komplotan perampok duit ATM itu juga sempat meninggalkan salah satu mobil di kawasan Dago, Bandung. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Para perampok mobil jasa pengangkut uang ATM milik PT TAG ternyata hanya mengangkut sembilan kantong yang berisi total uang senilai Rp 10 miliar lebih dari 12 kantong uang bernilai Rp 17 miliar lebih.

Menurut Kapolda Jawa Barat Irjen Bambang Waskito, alasan para perampok meninggalkan tiga kantong uang miliaran rupiah begitu saja adalah karena mobil yang digunakan telah penuh.

Sisa kantong uang ditinggalkan di mobil yang teronggok di kebun teh di kawasan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Tak lama kemudian, salah satu mobil pelaku jenis Toyota Avanza dibuang di kawasan Dago Pakar untuk menghilangkan jejak.

Selengkapnya...