Sukses

1.500 Peserta Ramaikan Forum Kebudayaan Dunia di Bali

Liputan6.com, Jakarta - Direktorat Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) akan menggelar Forum Kebudayaan Dunia atau World Culture Forum 2016 di Bali pada 10 sampai 14 Oktober 2016 mendatang. Sebanyak kurang lebih 1.500 peserta akan turut menghadiri acara bergengsi ini.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemdikbud Hilmar Farid menuturkan jika acara ini menjadi kali kedua Kemdikbud menyelenggarakan acara kebudayaan bertaraf internasional.

"Kurang lebih 1.500 peserta dari 65 negara asal akan berpartisipasi dalam forum ini. Nantinya juga ada sekjen PBB dan juga Dirjen dari Unesco. Kita masih menunggu konfirmasi juga," ujar Hilmar dalam konferensi pers di Kantor Kemdikbud, Senayan, Jakarta, Selasa 4 Oktober 2016.

WCF 2016 Bali ini akan menjadi ajang internasional untuk membahas seputar kebudayaan. "Dalam pertemuan ini juga akan dipertemukan dengan stakeholder (pemangku kepentingan)," ucap Hilmar.

Dalam acara tersebut akan hadir sejumlah tokoh-tokoh seperti Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, menteri-menteri kebudayaan negara sahabat, NGO dan IGO, serta partisipan yang bergerak dalam bidang kebudayaan.

Hilmar Farid pun menjanjikan ada dua hal berbeda yang akan dilakukan saat WCF 2016. Dua hal itu, kata dia, adalah adanya agenda kunjungan ke lapangan dan keikutsertaan kaum muda.

"Agenda kunjungan ke lapangan merupakan bagian integral dari forum. Kesenian di sini bukan dekorasi tapi cara ekspresi. Begitu pula kunjungan ke lapangan bukan pengisi waktu senggang tapi sebagai cara agar peserta dapat mengalami bersama apa yang dirasakan," kata Hilmar.

Selain itu, lanjut dia, keikutsertaan kaum muda pada WCF 2016 Bali akan dilibatkan dalam Youth Forum yang dimulai di awal Oktober 2016 atau 12 hari sebelum forum utama dimulai. Kegiatan ini bertujuan agar kaum muda mendapatkan kesempatan cukup untuk membicarakan berbagai hal penting diantara mereka sendiri.

"Kemudian, hasil dari pembicaraan mereka sendiri akan disampaikan dalam forum WCF 2016. Sebanyak 200 orang pemuda yang terbagi atas 100 orang yang berasal dari luar negeri dan 100 orang dari dalam negeri yang turut serta dalam Youth Forum," Hilmar memaparkan.

"Kita cenderung definisikan budaya itu dari sisi orangtua, padahal anak muda harus diberikan ruang untuk mendefinisikan dan mengekspresikan kebudayaan menurut anak muda," kata Hilmar.