Sukses

Top 3: Mengendus Timbunan Emas di Tanah Bengkulu

Liputan6.com, Bengkulu - Kandungan emas di Bengkulu ternyata lebih banyak dibanding emas yang dikelola PT Freeport di Papua. Potensi emas Bengkulu diprediksi lebih dari sejuta ounces.

Potensi itu berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh tim ahli geologi asal Inggris di luar kawasan hutan lindung yang berbatasan dengan Taman Nasional Bukit Barisan.

Hingga malam ini, Rabu (28/9/2016), berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional.

Kabar lainnya yang tak kalah populer adalah informasi mengenai jatuhnya benda misterius di Sumenep yang diyakini pecahan roket Falcon 9.

Lalu ada pula kabar si pengganda uang, Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang kini berada di ruang isolasi Polda Jawa Timur. 

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Wow, Emas di Bengkulu Lebih Banyak dari Freeport?

Ilustrasi tambang emas bawah tanah. (Antara/Puspa Perwitasari)

Hasil survei awal tim ahli geologi berbendera Berick dari Inggris menunjukkan potensi kandungan emas di Provinsi Bengkulu melebihi satu juta ounces. Satu ounces setara dengan 280 gram.

"Di luar kawasan atau di beberapa desa saja, potensi sudah di atas satu juta onzis. Kandungan terbesarnya ada di dalam kawasan, bisa jadi angka itu lebih banyak 10 hingga 20 kali lipat dari hasil survei awal," ujar Oktaviano di Bengkulu, beberapa hari lalu.

Seiring besarnya potensi ini, sangat dimungkinkan jumlah kandungan emas di Seluma lebih banyak dari kandungan emas yang dikelola oleh PT Freeport di Papua. Sebab luasan wilayah yang bisa dijangkau jika dilakukan eksploitasi mencapai 90 ribu hektare.

Pihak ESDM Bengkulu segera mengeluarkan surat rekomendasi awal untuk eksplorasi di luar kawasan Taman Nasional. Untuk di dalam kawasan, mereka masih menunggu rekomendasi pinjam pakai lahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). 

Selengkapnya...

2. Tak Ada Warning Sebelum Pecahan Roket Falcon 9 Jatuh di Sumenep

Benda Asing Jatuh di Sumenep

Benda misterius yang jatuh di Sumenep, Jawa Timur, diyakini merupakan pecahan roket Falcon 9 berdasarkan analisis lapangan peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan).

Kapolres Sumenep AKBP Joseph Ananta Pinora mengatakan tidak ada peringatan dini sebelum roket mendarat di tengah permukiman warga. Padahal, pecahan roket itu berpotensi mengancam jiwa manusia. 

"Jatuhnya merah menyala, masih membara. Itu kan akibat gesekan sama atmosfer. Warga saya masih ketakutan," kata Joseph kepada Liputan6.com, Rabu (28/9/2016).

Sebelumnya, empat pecahan roket yang terdiri dari tiga tangki dan satu sistem kontrol ditemukan di tiga lokasi berbeda di Sumenep.

Selengkapnya...

3. Diisolasi, Kejiwaan Pemilik Padepokan Dimas Kanjeng Labil

Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo terpaksa turun tangan dengan membuka posko pengobatan gratis di lingkungan padepokan.

Tersangka pembunuhan dua santri Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi ditempatkan secara terpisah dari tahanan lainnya di Polda Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Jatim AKBP RP Argo Yuwono mengatakan, Taat saat ini mendiami ruang sel isolasi. Konsekuensinya, ia tak boleh dijenguk oleh siapapun.

Menurut Argo, isolasi dilakukan karena pihaknya khawatir mempengaruhi tahanan lain.

Selengkapnya...