Sukses

Top 3: Mengintip Rumah-Rumah Megah Juragan Warteg

Liputan6.com, Jakarta Warteg atau warung tegal adalah rumah makan sederhana yang kerap dikunjungi para penikmat kuliner dari berbagai daerah yang bisa kita temukan di setiap sudut Ibu Kota.

Meski ukuran warung didesain minimalis, rasa menunya yang enak, variatif dengan harga yang terjangkau membuat warteg tak pernah sepi pengunjung.

Namun tahukah Anda, dari usaha warteg ini para pemiliknya bisa membangun rumah-rumah mewan nan megah di kampung halamannya?

Desa Sidakaton dan Desa Sidapurna, adalah dua desa di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah yang 90 persen warganya adalah pengusaha warteg dan terbilang cukup sukses. Dari usaha warteg di Ibu Kota, banyak warga yang bisa membangun rumah berlantai dua bak istana di kampungnya.

Hingga malam ini berita tersebut paling banyak menyita perhatian pembaca Liputan6.com, terutama di kanal Regional, Selasa (20/9/2016). 

Selain itu, dua berita lainnya yang tak kalah menarik dan diburu oleh pembaca mengenai siswi SMA Bandung yang mengaku diculik dan kisah kakek Hamid yang muncul kembali setelah sehari sebelumnya dikubur, kini benar-benar meninggal dunia.

Berikut berita-berita terpopuler yang terangkum dalam Top 3 Regional:

1. Rumah-Rumah Mewah di Kampung Juragan Warteg

Suasana kampung warteg di Tegal (Liputan6.com / Fajar Eko Nugroho)

Ada pemandangan menarik saat memasuki wilayah dua desa yang lokasinya memang bersebelahan. Sebagian besar rumah di Desa Sidakaton dan beberapa rumah di Desa Sidapurna merupakan rumah mewah berlantai dua yang tinggi menjelang ke langit.

Informasi yang dihimpun Liputan6.com, rumah-rumah megah dan mewah itu sebagian besar milik pengusaha warung tegal (warteg).

Warga setempat biasanya enggan membicarakan terkait kesuksesan yang diraih pemilik usaha warteg yang berdagang di perantauan.

"Memang begitu warga sini. Pokoknya yang berada di perantauan dan hasilnya keliatan di kampung ya lebih baik jangan sampai terlihat terlalu mencolok. Apalagi yang punya usaha warteg. Katanya nanti mempengaruhi sewa warung di sana (Jakarta) menjadi mahal," tutur dia.

Sementara itu, Ketua Ikatan Pengusaha Warteg Tegal, Asmawi, membenarkan jika hampir 90 persen warga Desa Sidakaton dan Desa Sidapurna berprofesi sebagai pengusaha warteg.

"Sekitar 1.000 ribu warga di sana memang hampir 90 persen diantaranya punya usaha warteg yang tersebar di wilayah Jabodetabek," ucap Asmawi.

Selengkapnya...

2. Kirim Pesan Saat Hujan Deras, Siswi SMA Bandung Mengaku Diculik

Saat berteduh dari hujan deras, anak SMA itu sempat kirimkan pesan akan pulang telat. (Liputan6.com/Aditya Prakasa)

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun, Tesa Tri Kurnia, hilang tak berjejak setelah pamit kepada orangtuanya hendak menyaksikan pentas kesenian di sekolah di kawasan Jalan Kosambi, Kota Bandung. 

"Dia nge-BBM ke saya dia sudah beres nonton pentas seni. Dia kasih tahu sama saya mauneduh dulu di sekitaran Kosambi karena hujan deras,"‎ kata Asep ayah Tesa di Bandung, Senin, 19 September 2016.

"Dia kembali ngasih kabar ke ibunya. Dia minta tolong karena dibawa seseorang. Dia juga bilang bingung enggak tahu di mana, dia baru sadar," ucap Asep.

Asep beserta istri kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Polda Jawa Barat. Asep menduga anak gadis satu-satunya itu telah menjadi korban hipnotis. 

Selengkapnya...

3. Hamid, Kakek yang Hidup Usai Dikubur, Kini Benar-Benar Meninggal

Ilustrasi jenazah.

Masih ingat kakek Hamid (65), warga Desa Rimbo Kedui, Kecamatan Seluma Selatan, Kabupaten Seluma Provinsi Bengkulu? Sang kakek yang sempat membuat geger warga karena muncul kembali setelah sehari sebelumnya dikubur kini benar-benar meninggal dunia.

Hamid mengembuskan nafas terakhir di kediaman salah seorang kerabatnya di Desa Rimbo Kedui.

Dia meninggal di rumah adiknya karena penyakit sesak nafas dan paru-paru yang sudah lama dideritanya," ucap Basirin saat dihubungi di Seluma, Senin, 19 September 2016.

Jasad Hamid dikubur bersebelahan dengan makam Mister X yang sebelumnya diduga sebagai Hamid.

Selengkapnya...