Sukses

Bupati Purwakarta Mengaku Beristri Banyak

Liputan6.com, Jakarta - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi mencetuskan prinsip bagi pejabat publik terkait keseimbangan antara urusan pubik dan urusan pribadi. Rakyat dan keluarga, sama-sama penting. Bagaimana porsinya?

Soal itu, dia menyatakan bahwa rakyat adalah istri pertama. Nah, istri kedua itu di rumah. Prinsip ala Dedi itu diselipkannya juga saat acara pelantikan pengurus Partai Golkar Jawa Barat di Sentul International Convention Center, Rabu 1 Juni 2016.

Dedi mengatakan, celetukan tersebut bukanlah guyon melainkan realitas yang harus dijalani oleh seorang pemimpin. Ia menilai, seorang pemimpin sudah seharusnya mengutamakan kepentingan rakyat dibanding kepentingan pribadi dan keluarganya.

Dia mengaku sangat jarang berada di rumah meskipun hari libur. Menurut dia, berkeliling ke desa-desa untuk menengok keadaan anggota masyarakat bukan saja menjadi kewajiban pemimpin melainkan kebutuhan rohani untuk mempertajam nurani saat membuat sebuah kebijakan.

"Kalau melihat keadaan mereka secara langsung berarti kita melatih empati," kata Dedi kepada Liputan6.com via telepon, Jumat (3/6/2016).

Prinsip ini, kata dia, telah lama dianutnya, sejak dirinya masih menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Purwakarta dari Fraksi Partai Golkar tahun 1999 silam.

Romantis

Dedi mengaku sering tidur di rumah warga miskin dengan tujuan ikut merasakan keadaan yang mereka alami. Setelah selesai menginap dia mengaku memperoleh energi baru untuk mengkritisi kebijakan pemerintah daerah saat itu.

"Hikmah itu juga dapat saya rasakan sampai hari ini. Saya menggunakan nurani agar tidak ada yang tersakiti dalam setiap kebijakan yang saya buat," tutur dia.

Bagaimana tanggapan sang istri asli?

Anne Ratna Mustika saat dikonformasi mengatakan, dirinya sudah terbiasa ditinggal berkegiatan oleh suaminya tersebut. Dia mengaku selalu mendukung apapun yang dilakukan oleh suaminya selama itu untuk kepentingan masyarakat banyak.

Meskipun begitu Anne merasa ikhlas mewakafkan suaminya untuk kepentingan rakyat Purwakarta. "Meski jarang bersama tapi beliau itu romantis kok. Tidak pernah lupa momen ulang tahun saya, momen ulang tahun perkawinan. Tahu-tahu pas saya bangun tidur sudah ada bunga di atas bantal," ucap Anne.