Sukses

Belajar dari Korsel, PAL Siap Produksi 12 Kapal Selam Indonesia

Liputan6.com, Surabaya - Setelah sukses mengekspor Perdana Kapal Perang Strategic Sealift Vessel "BRP TARLAC (LD-601)" pesanan Filipina, PT PAL Indonesia (Persero) juga akan fokus dalam pengerjaan 12 kapal selam pesanan Pemerintah Indonesia.

Direktur Teknik, Desain dan Teknologi PT PAL, Saiful Anwar, menuturkan pihaknya sedang menyelesaikan fasilitas perakitan kapal selam.

"Targetnya bulan Desember harus sudah selesai dan mulai Januari karena penyambungan badan kapal selam yang ketiga karena kapal selam satu dan dua diselesaikan di Korea," tutur Saiful pada Liputan6.com, Minggu (8/5/2016).

Saiful mengatakan, rencananya Pemerintah Indonesia akan memiliki 12 kapal selam. "Pemerintah sudah mengklaim bahwa kapal selam keempat dan seterusnya akan diselesaikan di PT PAL," kata Saiful.

Saat ini kapal selam satu dan dua masih diselesaikan di Korea Selatan dan pihak PAL juga mengirimkan 206 orang untuk belajar atau transfer teknologi di sana.

"Kalau belajar di sana sudah cukup, pada saat kapal selam dibawa ke sini mereka sudah percaya diri untuk mengerjakan kapal selam," ucap Saiful.

Saiful menegaskan pembuatan kapal selam harus mempunyai fasilitas sendiri dan tidak boleh dicampur dengan yang lain karena sifatnya sangat rahasia.

"Lokasinya pembuatannya pun nanti akan sangat tertutup artinya tidak boleh sembarangan orang yang masuk bahkan orang PAL sendiri tidak boleh masuk ke sana kecuali orang yang sudah memiliki izin masuk," kata Saiful.  

Saat ditanya apakah ke depannya kapal selam buatan PT PAL juga akan di ekspor, Saiful menjawab, "Tetapi kami lebih memprioritaskan pesanan pemerintah dulu."

Artikel Selanjutnya
Dukung Tol Laut, Kemenhub Tambah 21 Kapal pada 2018
Artikel Selanjutnya
Pesawat N219, Bukti Kemampuan Indonesia Sekelas Jepang dan Korea