Sukses

Kisah Pilu 2 Bocah Ganjal Perut dengan Pisang Setiap Hari

Liputan6.com, Makassar - Kedua bocah malang, Tiara Lestari (10) dan adiknya Citra (8), harus bertarung melawan kerasnya hidup. Mereka harus mencari makan sendiri setelah orangtuanya berpisah.

Kedua bocah perempuan tersebut duduk di bangku sekolah dasar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Mereka tinggal di gubuk reyot di belakang bekas bioskop Madya samping kantor pos Kelurahan Polewali, Kabupaten Polman, Sulawesi Barat.

Di tempat itu mereka berteduh dari teriknya panas matahari dan berlindung dari dinginnya angin malam. Keduanya menghabiskan hari-hari tanpa ayah dan ibu.

Usai pulang sekolah di SD Negeri 029 Pantai Bahari Kabupaten Polewali, Tiara yang duduk di bangku kelas empat dan adiknya, Citra, yang duduk di bangku kelas dua tak langsung istirahat. Mereka mengganti pakaian sekolahnya lalu berkelana ke sana kemari berharap ada belas kasih dari orang yang berada di jalan.

Uang hasil belas kasih itu mereka belikan pisang sebagai pengganjal perut. Menu itu menjadi hidangan rutin setiap harinya.

Baca Juga

Kehidupan miris kedua bocah itu sudah berlangsung selama sebulan lebih. Penderitaannya berakhir setelah petugas mendapatkan informasi tentang bocah malang itu.

"Saya mendapat informasi dari masyarakat setempat tentang keberadaan bocah itu dan langsung mencari gubuk di mana anak itu tinggal. Dan betul, setiba di sana hati terasa terkoyak melihat kehidupan mereka berdua. Tak pantas mereka harus menanggung beban itu," tutur anggota Babinkamtibmas Polres Polman Bripka Andi Rikmal kepada Liputan6.com, Sabtu (7/5/2016).

Andi menuturkan, mimpi buruk kedua bocah itu bermula saat orangtuanya berpisah. Ayahnya yang bernama Rusli alias Kulli awalnya memenuhi kebutuhan hidup sang anak. Namun kemudian, sebulan lalu dia pergi ke daerah Kabupaten Palopo, Sulsel, untuk bekerja.

"Selama kepergian itu, ayahnya tak pernah datang memberikan biaya hidup dan tak ada kabar beritanya," ucap Andi.

Sedangkan sang ibu pergi meninggalkan keduanya karena menikah lagi dengan pria lain. Ibu kandung bocah itu saat ini berada di daerah Palu, Sulawesi Tengah, tinggal bersama suami barunya.

"Kedua bocah ini kondisinya sangat lemah dan badannya demam. Waktu saya temukan di gubuknya, keduanya sedang makan pisang sebagai makanan keseharian kata mereka," ucap Andi.

Usai mengetahui hal itu, Andi tak buang waktu. Ia langsung berkoordinasi dengan Kasat Reskrim Polres Polman AKP Jefson Sitorus, Kanit Reskrim Polsek Polewali Bripka Sastri, dan Kanit PPA Aiptu Rusli. Mereka juga berkoordinasi dengan Kementerian Sosial Kabupaten Polewali.

Kedua bocah itu akhirnya dibawa ke Dinas Sosial untuk dirawat dan diberikan hak untuk hidup layak.

 

Artikel Selanjutnya
Perjuangan Polwan NTT Kembalikan Bocah Telantar ke Ibunya
Artikel Selanjutnya
Kronologi Dugaan Penculikan Kakak Beradik Salma-Salwa di Bogor